Beberapa minggu yang lalu ada salah seorang pengguna radix vitae dari Malang yang menderita glaukoma melaporkan kejadian yang dialaminya. Awalnya, setelah menggunakan radix vitae, matanya terasa enak. Namun ketika liburan di Jakarta dia beberapa hari berenang di kolam. Akibatnya, matanya kembali bermasalah. Tampak merah dan mata kembali sakit.
Jadi, selain air hujan seperti pada posting sebelumnya, penderita glaukoma juga harus hati-hati terhadap air kolam renang. Mungkin kandungan kaporit yang biasa digunakan di kolam renang yang berdampak buruk bagi mata penderita glaukoma.
Semua yang saya ceritakan di sini berasal dari pengalaman saya pribadi dan pengalaman para penderita glaukoma yang menggunakan radix vitae dari saya. Mungkin dokter tidak memberi tahu pantangan-pantangan tersebut, sehingga kalau saya beritahu tentang berbagai pantangan tersebut tidak percaya dan melakukan cross chek ke dokter. Tentu dokter akan bilang nggak apa-apa kena sinar matahari dan lain-lain seperti pada posting saya sebelumnya. Namun setelah tahu akibatnya, rata-rata para penderita mengakui kebenaran apa yang saya sampaikan.
Tampilkan postingan dengan label GLAUKOMA? HINDARI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GLAUKOMA? HINDARI. Tampilkan semua postingan
Minggu, 27 Januari 2013
Selasa, 22 Januari 2013
HATI-HATI DENGAN AIR HUJAN
Selama ini kondisi mata saya sudah normal. Meskipun pernah didiagnosis menderita glaukoma, alhamdulillah berkat radix vitae derita sakit yang pernah saya alami tidak terjadi lagi. Dalam posting terdahulu saya pernah mengatakan bahwa sinar matahari, rokok, kopi, alkohol, dan obat-obatan yang dijual bebas sangat berbahaya terhadap glaukoma. Baru-baru ini saya menemukan satu hal lagi yang menimbulkan efek kurang baik terhadap mata, yaitu air hujan.
Beberapa kali terkena air hujan mata saya terasa cekot-cekot seperti keluhan awal saat pertama kali menderita glaukoma. Awalnya saya tidak mengira bahwa hal itu disebabkan oleh air hujan. Tetapi setelah mempelajari beberapa kali, ternyata keluhan saya itu terjadi setelah mata terkena air hujan.
Melalui tulisan ini saya ingin memperingatkan kepada para penderita penyakit mata agar hati-hati terhadap paparan air hujan. Khususnya bagi penderita glaukoma. Selain itu, Anda juga harus hati-hati terhadap berbagai pantangan yang telah saya sebutkan di atas.
Sebenarnya banyak sekali penderita glaukoma yang telah tertolong berkat radix vitae, namun karena keterbatasan kesempatan, saya belum bisa menceritakan testimoni para penderita glaukoma yang sudah tertolong. Sampaikan kabar bahagia ini kepada orang lain. Agar para penderita glaukoma yang lain juga bisa tertolong. Jangan sampai terlambat.
Beberapa kali terkena air hujan mata saya terasa cekot-cekot seperti keluhan awal saat pertama kali menderita glaukoma. Awalnya saya tidak mengira bahwa hal itu disebabkan oleh air hujan. Tetapi setelah mempelajari beberapa kali, ternyata keluhan saya itu terjadi setelah mata terkena air hujan.
Melalui tulisan ini saya ingin memperingatkan kepada para penderita penyakit mata agar hati-hati terhadap paparan air hujan. Khususnya bagi penderita glaukoma. Selain itu, Anda juga harus hati-hati terhadap berbagai pantangan yang telah saya sebutkan di atas.
Sebenarnya banyak sekali penderita glaukoma yang telah tertolong berkat radix vitae, namun karena keterbatasan kesempatan, saya belum bisa menceritakan testimoni para penderita glaukoma yang sudah tertolong. Sampaikan kabar bahagia ini kepada orang lain. Agar para penderita glaukoma yang lain juga bisa tertolong. Jangan sampai terlambat.
Label:
glaukoma,
GLAUKOMA? HINDARI,
PANTANGAN
Selasa, 22 Maret 2011
GLAUKOMA, MATA JANGAN TERKENA BENTURAN
Satu hal lagi yang perlu diperhatikan bagi para penderita glaukoma. Mata tidak boleh mengalami trauma benturan. Hal yang akan saya ungkapkan dalam tulisan ini sebenarnya berangkat dari pengalaman dua penderita glaukoma yang telah memakai radix vitae dan merasakan kemajuan yang berarti berkat radix vitae.
Pengalaman pertama datang dari Ayahanda Bapak Adi di Makasar. Pertama kali, kondisi glaukoma Ayahanda Bapak Adi sangat parah. Pandangan remang-remang, rasa sakit di mata yang luar biasa, mual, dan muntah. Pemakaian radix dua hari belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Hari ketiga justru merasa mual, keluar air mata seperti menangis. Bapak Adi sempat ragu dengan radix vitae. Namun setelah pengobatan selama 10 hari, barulah efek positif radix mulai bisa dirasakan.
Sakit mata yang luar biasa mulai berkurang, tidak ada rasa mual, dan pandangan mulai terang. Berdasarkan penuturan Bapak Adi, Ayahanda beliau tidak perlu dipapah lagi saat menuju ke kamar mandi. Saya merasa sangat senang dengan kondisi tersebut.
Namun sayang sekali, beberapa saat yang lalu, secara tidak sengaja, saat Bapak yang mengalami glaukoma tersebut menuju ke depan pintu, secara tiba-tiba pintu tertiup angin dan pintu tersebut membentur pelipis penderita glaukoma tersebut. Akibat terkena benturan pintu tersebut kondisi matanya memburuk lagi.
Pengalaman kedua datang dari putra Ibu Tini Supartini Bekasi. Putra beliau (penderita glaukoma) yang kondisi matanya membaik setelah menggunakan radix, beberapa hari yang lalu tekanan bola matanya (intra ocular pressure) tiba-tiba meningkat. Setelah saya tanyakan penyebabnya ternyata terkena tendangan kaki temannya di sekolah.
Dari dua pengalaman tersebut, saya berkesimpulan bahwa orang yang telah menderita glaukoma harus menjaga daerah mata dan sekitarnya agar jangana sampai terkena benturan. Benturan di mata apalagi yang sampai menimbulkan trauma berakibat buruk terhadap kondisi mata penderita glaukoma.
Bagi penderita glaukoma, jaga mata Anda jangan sampai terkena benturan. Salam sehat.
Pengalaman pertama datang dari Ayahanda Bapak Adi di Makasar. Pertama kali, kondisi glaukoma Ayahanda Bapak Adi sangat parah. Pandangan remang-remang, rasa sakit di mata yang luar biasa, mual, dan muntah. Pemakaian radix dua hari belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Hari ketiga justru merasa mual, keluar air mata seperti menangis. Bapak Adi sempat ragu dengan radix vitae. Namun setelah pengobatan selama 10 hari, barulah efek positif radix mulai bisa dirasakan.
Sakit mata yang luar biasa mulai berkurang, tidak ada rasa mual, dan pandangan mulai terang. Berdasarkan penuturan Bapak Adi, Ayahanda beliau tidak perlu dipapah lagi saat menuju ke kamar mandi. Saya merasa sangat senang dengan kondisi tersebut.
Namun sayang sekali, beberapa saat yang lalu, secara tidak sengaja, saat Bapak yang mengalami glaukoma tersebut menuju ke depan pintu, secara tiba-tiba pintu tertiup angin dan pintu tersebut membentur pelipis penderita glaukoma tersebut. Akibat terkena benturan pintu tersebut kondisi matanya memburuk lagi.
Pengalaman kedua datang dari putra Ibu Tini Supartini Bekasi. Putra beliau (penderita glaukoma) yang kondisi matanya membaik setelah menggunakan radix, beberapa hari yang lalu tekanan bola matanya (intra ocular pressure) tiba-tiba meningkat. Setelah saya tanyakan penyebabnya ternyata terkena tendangan kaki temannya di sekolah.
Dari dua pengalaman tersebut, saya berkesimpulan bahwa orang yang telah menderita glaukoma harus menjaga daerah mata dan sekitarnya agar jangana sampai terkena benturan. Benturan di mata apalagi yang sampai menimbulkan trauma berakibat buruk terhadap kondisi mata penderita glaukoma.
Bagi penderita glaukoma, jaga mata Anda jangan sampai terkena benturan. Salam sehat.
Label:
glaukoma,
GLAUKOMA? HINDARI,
KESAKSIAN,
PANTANGAN
Minggu, 17 Januari 2010
MINUM OBAT BATUK, GLAUKOMA KUMAT
Beberapa hari yang lalu saya dapat telpon dari salah satu penderita glaukoma yang sudah memakai obat tetes mata radix vitae. Tepatnya dari Mas Dani Hidayat di Bogor. (Disebut namanya nggak papa kan Mas Dani?). Beliau beberapa minggu atau bulan yang lalu (saya nggak ingat persis) telah memakai radix vitae. Awalnya sih dia bilang radix vitae tidak ngefek. Terus saya tanya, Mas Dani minum kopi atau ngrokok nggak? "Wah jangan ditanya, kalau dua hal itu adalah santapan saya tiap hari," kata Mas Dani. Terus saya bilang, nah itu dia kenapa radix vitae nggak ngefek!!!
Penderita galaukoma memang sama sekali nggak boleh merokok atau minum kopi. Menurut nasihat para dokter dan juga pengalaman para penderita glaukoma, kedua barang itu memicu naiknya IOP (intra oculer pressure) / TIO (tekanan intra okuler) atau tekanan bola mata.
Tapi kelihatannya, kalau harus berhenti merokok Mas Dani keberatan. Akhirnya keputusan akhir saya serahkan ke Mas Dani. Yang penting saya telah menyampaikan informasi yang benar.
Setelah lama nggak ngasih kabar, beberapa hari yang lalu Mas Dani telpon lagi. Dia bilang bola matanya kembali membesar lagi dan seolah-olah rasanya mau copot, sama seperti sebelum memakai radix vitae. "Berarti kemarin pernah merasakan khasiat radix vitae Mas?" "Iya setelah saya berhenti merokok, saya baru merasakan khasiat radix vitae. " Lalu sekarang kog kumat lagi kenapa? Dia bilang bahwa beberapa hari ini dia minum obat batuk sirup.
Nah itu dia jawabannya! Penderita glaukoma memang nggak boleh mengkonsumsi obat sembarangan. Kelihatannya dalam tulisan saya sebelumnya saya pernah nulis tentang hal ini. Dalam mengkonsumsi obat harus selalu konsultasi dokter. Atau kalau terpaksanya tidak konsultasi dokter, kita bisa melihat sendiri di petunjuk pemakaian obat terutama pada bagian KONTRAINDIKASI. Kalau di situ tertulis tidak cocok untuk penderita glaukoma ya jangan dilanggar.
Kebanyakan obat yang dijual bebas itu ada tulisannya seperti itu: nggak cocok untuk penderita glaukoma.
Jadi para penderita glaukoma harus super hati-hati dalam mengkonsumsi obat. Jangan sampai niatnya menyembuhkan penyakit, yang didapat malah tambah penyakit. Salam Radix Vitae. Mata Sehat, Negara Kuat
Penderita galaukoma memang sama sekali nggak boleh merokok atau minum kopi. Menurut nasihat para dokter dan juga pengalaman para penderita glaukoma, kedua barang itu memicu naiknya IOP (intra oculer pressure) / TIO (tekanan intra okuler) atau tekanan bola mata.
Tapi kelihatannya, kalau harus berhenti merokok Mas Dani keberatan. Akhirnya keputusan akhir saya serahkan ke Mas Dani. Yang penting saya telah menyampaikan informasi yang benar.
Setelah lama nggak ngasih kabar, beberapa hari yang lalu Mas Dani telpon lagi. Dia bilang bola matanya kembali membesar lagi dan seolah-olah rasanya mau copot, sama seperti sebelum memakai radix vitae. "Berarti kemarin pernah merasakan khasiat radix vitae Mas?" "Iya setelah saya berhenti merokok, saya baru merasakan khasiat radix vitae. " Lalu sekarang kog kumat lagi kenapa? Dia bilang bahwa beberapa hari ini dia minum obat batuk sirup.
Nah itu dia jawabannya! Penderita glaukoma memang nggak boleh mengkonsumsi obat sembarangan. Kelihatannya dalam tulisan saya sebelumnya saya pernah nulis tentang hal ini. Dalam mengkonsumsi obat harus selalu konsultasi dokter. Atau kalau terpaksanya tidak konsultasi dokter, kita bisa melihat sendiri di petunjuk pemakaian obat terutama pada bagian KONTRAINDIKASI. Kalau di situ tertulis tidak cocok untuk penderita glaukoma ya jangan dilanggar.
Kebanyakan obat yang dijual bebas itu ada tulisannya seperti itu: nggak cocok untuk penderita glaukoma.
Jadi para penderita glaukoma harus super hati-hati dalam mengkonsumsi obat. Jangan sampai niatnya menyembuhkan penyakit, yang didapat malah tambah penyakit. Salam Radix Vitae. Mata Sehat, Negara Kuat
Rabu, 08 Juli 2009
GLAUKOMA? JANGAN KONSUMSI OBAT SEMBARANGAN!
Dalam tulisan saya yang terdahulu, saya menulis bahwa penderita glaukoma nggak boleh minum kopi dan nggak boleh menatap sinar matahari langsung. Ada hal lain yang belum saya tuliskan yaitu penderita glaukoma tidak boleh merokok dan minum minuman keras.
Rokok dan minuman keras akan cepat sekali memicu tingginya tekanan bola mata. Oleh karena itu, Anda yang sudah divonis menderita glaukoma harus mendisiplinkan diri untuk tidak merokok.
Selain itu jangan pula mengkonsumsi obat-obatan yang dijual bebas, seperti obat flu, batuk, dsb. Dalam kemasan obat-obatan bebas tersebut biasanya sudah dicantumkan kontraindikasinya. Kalau Anda membaca secara jeli, ada obat-obatan tertentu yang tidak boleh diminum oleh para penderita glaukoma.
Dulu saya sering sekali mengkonsumsi obat bebas, tapi sekarang saya sangat hati-hati kalau mau mengkonsumsi obat-obatan. Memicu timbulnya glaukoma tau tidak? Saya berpikir dua tiga kali kalau harus minum obat bebas.
Ingat! Glaukoma? Hindari kopi, sinar matahari, rokok, alkohol, dan obat-obatan bebas yang kontraindikasi dengan glaukoma.
Rokok dan minuman keras akan cepat sekali memicu tingginya tekanan bola mata. Oleh karena itu, Anda yang sudah divonis menderita glaukoma harus mendisiplinkan diri untuk tidak merokok.
Selain itu jangan pula mengkonsumsi obat-obatan yang dijual bebas, seperti obat flu, batuk, dsb. Dalam kemasan obat-obatan bebas tersebut biasanya sudah dicantumkan kontraindikasinya. Kalau Anda membaca secara jeli, ada obat-obatan tertentu yang tidak boleh diminum oleh para penderita glaukoma.
Dulu saya sering sekali mengkonsumsi obat bebas, tapi sekarang saya sangat hati-hati kalau mau mengkonsumsi obat-obatan. Memicu timbulnya glaukoma tau tidak? Saya berpikir dua tiga kali kalau harus minum obat bebas.
Ingat! Glaukoma? Hindari kopi, sinar matahari, rokok, alkohol, dan obat-obatan bebas yang kontraindikasi dengan glaukoma.
Kamis, 18 Juni 2009
GLAUKOMA? HINDARI KOPI DAN SINAR MATAHARI
Secara medis, glaukoma memang sulit disembuhkan. Biaya pengobatannya relatif mahal. Tidak semua orang yang menderita glaukoma sanggup untuk menjalani pengobatan rutin atau operasi. Contohnya nggak usah jauh-jauh. Saya sendiri mengalami kasus seperti itu.
Karena keterbatasan tersebut banyak orang yang membiarkan glaukoma menggerogoti kemampuan penglihatan mereka. Saya sendiri merasa sangat beruntung sekali karena bisa bertemu obat ini sehingga nggak harus menjalani pengobatan rutin.
Untuk membeli obat tetes mata ini pun saya juga merasa berat. Hal ini juga dialami oleh beberapa orang yang konsultasi dengan saya. Kalau ada yang menderita glaukoma rasanya saya ingin membantu, tetapi saya sendiri belum punya kemampuan untuk itu. Kalau sekedar membebaskan biaya kirim saya sanggup tetapi kalau membantu lebih banyak belum bisa.
Biasanya saya dimintai saran kalau seseorang belum bisa melakukan pengobatan dokter, operasi, atau belum bisa beli radix vitae. Saran tersebut saya tuliskan di sini agar semakin banyak orang yang dapat mengakses.
Seperti yang saya tuliskan pada judul tulisan ini, hindari kopi dan sinar matahari langsung. Dokter spesialis mata biasanya menganjurkan agar penderita glaukoma tidak minum kopi karena hal tersebut bisa meningkatkan tekanan bola mata.
Selain tidak boleh minum kopi, penderita glaukoma juga nggak boleh menatap sinar matahari secara langsung. Kalau ini berdasarkan pengalaman saya pribadi. Saat saya masih menderita glaukoma dulu saya secara tidak sengaja menatap matahari langsung. Kepala saya tiba-tiba terasa pusing. "tumpukan kapas" di pelupuk mata yang awalnya sedikit tiba-tiba bertambah banyak. Jadi ketika saya melihat objek, saya tidak bisa melihat objek tersebut karena di mata saya seolah-olah ada segumpal kapas yang menghalangi.
Untuk mengatasi hal tersebut, penderita glaukoma yang akan keluar ruangan disarankan untuk memakai kacamata hitam.
Demikian tulisan ini semoga ada manfaatnya.
Karena keterbatasan tersebut banyak orang yang membiarkan glaukoma menggerogoti kemampuan penglihatan mereka. Saya sendiri merasa sangat beruntung sekali karena bisa bertemu obat ini sehingga nggak harus menjalani pengobatan rutin.
Untuk membeli obat tetes mata ini pun saya juga merasa berat. Hal ini juga dialami oleh beberapa orang yang konsultasi dengan saya. Kalau ada yang menderita glaukoma rasanya saya ingin membantu, tetapi saya sendiri belum punya kemampuan untuk itu. Kalau sekedar membebaskan biaya kirim saya sanggup tetapi kalau membantu lebih banyak belum bisa.
Biasanya saya dimintai saran kalau seseorang belum bisa melakukan pengobatan dokter, operasi, atau belum bisa beli radix vitae. Saran tersebut saya tuliskan di sini agar semakin banyak orang yang dapat mengakses.
Seperti yang saya tuliskan pada judul tulisan ini, hindari kopi dan sinar matahari langsung. Dokter spesialis mata biasanya menganjurkan agar penderita glaukoma tidak minum kopi karena hal tersebut bisa meningkatkan tekanan bola mata.
Selain tidak boleh minum kopi, penderita glaukoma juga nggak boleh menatap sinar matahari secara langsung. Kalau ini berdasarkan pengalaman saya pribadi. Saat saya masih menderita glaukoma dulu saya secara tidak sengaja menatap matahari langsung. Kepala saya tiba-tiba terasa pusing. "tumpukan kapas" di pelupuk mata yang awalnya sedikit tiba-tiba bertambah banyak. Jadi ketika saya melihat objek, saya tidak bisa melihat objek tersebut karena di mata saya seolah-olah ada segumpal kapas yang menghalangi.
Untuk mengatasi hal tersebut, penderita glaukoma yang akan keluar ruangan disarankan untuk memakai kacamata hitam.
Demikian tulisan ini semoga ada manfaatnya.
Langganan:
Postingan (Atom)