Saturday, April 9, 2011

MENGATASI FLOATERS PADA MATA

Untuk mengatasi permasalahan floaters, saran awal adalah perbaikan gaya hidup.Caranya dengan lebih menghindari kelelahan mata.

Istirahatkan mata setiap habis fokus depan komputer atau baca buku.

Rumusnya adalah:
1. Setiap 20 menit mata fokus bekerja,  selingi dengan melihat lebih dari 6 meter selama 20 detik , atau
2. Setiap 60 menit mata fokus bekerja,  selingi dengan melihat lebih 6 meter selama 60 detik.

Orang dengan miopia ( kaca mata minus ) tinggi sangat sulit untuk menghilangkan floaters yang terjadi karena itu terjadi akibat bola mata penderita miop tinggi cukup panjang sehingga vitreus teregang dan terinfiltrasi oleh cairan.

Ini sedikit tips dari saya:
1. istirahatkan mata sesuai rumus diatas
2. cek ulang kaca mata
3.konsumsi antioksidan alami setiap hari yang alami, bikin jus sayuran atau buah yg mengandung vit A, C,E dan B compleks 2x sehari diminumnya
4. jangan tidur larut malam dan istirahatkan mata dengan cukup


Obat mujarab..setahu saya belum ada..modifikasi pola hidup+ antioksidan tetap anjuran utama..apabila muncul kilatan2 cahaya diujung mata..segera konsul ke dokter mata…di beberapa negara atau center dengan fasilitas kesehatan mata cukup maju…bila floaters berlanjut dan semakin mengganggu sering disarankan operasi. Sembuhnya floaters tidak bisa langsung tapi gradual karena butuh waktu untuk memproduksi vitreus dan mengganti yg rusak.


Oleh : dr. Cosmos Mangunsong Sp.M
KLINIK DOKTER KELUARGA
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS INDONESIA

FLOATERS PADA MATA


Mata.. kecil namun sangat berharga.. ibarat seseorang yang kita kasihi, kita baru menyadari betapa penting artinya seseorang tersebut setelah kita kehilangannya. Demikian juga mata yang sudah menemani manusia saat pertama kali lahir ke dunia. Mata memperkenalkan kita terhadap lingkungan, memperkenalkan hal-hal baru, mendeteksi bahaya, memberikan kesejahteraan melalui pekerjaan yang layak, dan tidak lupa memperindah tampilan wajah kita. Untuk itu sudah selayak kita memperhatikan sahabat kecil itu karena maknanya sangat besar untuk kehidupan kita.

Semakin maju perekonomian suatu negara tentunya akan mendorong pendidikan yang lebih baik bagi bangsanya. Pendidikan yang lebih baik akan menuju kesadaran yang lebih tinggi terhadap penyakit sehingga timbul suatu motto mencegah jauh lebih baik dari pada mengawasi. Mencegah tentunya membutuhkan pengetahuan yang cukup sehingga menimbulkan kesadaran akan resiko datangnya suatu penyakit.


Salah satu hal fenomena yang sering terjadi namun kurang disadari pada fungsi penglihatan kita adalah floaters. Apakah itu floaters ? bagaimana terjadinya? Bagaimana mengenalinya? Bahaya atau tidak? Apa pengobatannya? Tentu pertanyaan ini yang pertama kali timbul dibenak orang yang baru mendengar kata floaters. Untuk itu mari saya akan menjabarkan secara sederhana tentang floaters agar mudah dicerna para pembaca yang awam.


Sesuai dengan asal katanya floaters,  float ( bahasa inggris)  apabila diterjemahkan berarti mengambang. Istilah itu dirasakan para ahli sebagai yang paling mendekati pada fenomena yang dialami pasien dengan kelainan tersebut. Floaters menunjuk pada sesuatu yang terlihat bagai mengambang melintas dalam pandangan kita. Bentuknya bermacam-macam bisa seperti benang panjang, titik, koma, atau bisa amorf ( bentuk tidak beraturan). Warnanya bervariasi bisa bening transparan hingga hitam kemerahan. 

Floaters bisa timbul sewaktu-waktu dan bisa tiba-tiba hilang. Saat timbul floaters bisa saja tidak disadari namun ada juga yang merasa sangat terganggu.
Bagaimana floaters dapat terjadi sebenarnya cukup alamiah. Floaters adalah proses yang terjadi pada salah satu organ di mata kita yang dinamakan vitreus. Organ vitreus adalah suatu organ yang berbentuk matriks seperti jeli. Letak vitreus berada di tengah rongga mata. 

Vitreus ini sebenarnya berfungsi sebagai media penglihatan yang membantu memfokuskan sinar ke retina sebagai pusat penglihatan. Kemampuan ini disebabkan vitreus mempunyai indeks bias sehingga sinar yang melalui organ yang bening tersebut dapat dibiaskan. Sebelum sampai ke pusat penglihatan di makula retina, sinar akan melalui beberapa kali pembiasan agar terfokus di tempat tersebut. Vitreus dapat berubah konsistensi jelinya diakibatkan oleh hal-hal tertentu.
Apabila vitreus menjadi lebih cair maka molekul air akan lebih banyak terkandung di matriks jelinya. Molekul air inilah yang dapat terlihat bagai mengambang di penglihatan kita. Kepadatan vitreus paling sering disebabkan proses deneratif (degeneratif?) sesuai dengan bertambahnya usia. Degenerasi dini juga dapat terjadi pada mata akibat penderita rabun jauh, diabetes, atau radiasi komputer, kekurangan antioksidan dan lain-lain.

Floaters umumnya tidak berbahaya namun kehadirannya bisa sangat mengganggu. Seseorang yang kurang tidur atau sehabis menekan matanya juga dapat timbul floaters.
Floaters yang alamiah berwarna bening dan tidak menetap. Tempatnya mungkin berpindah-pindah, atau hanya sekedar melintas di penglihatan kita aja. Saat floaters semakin banyak dan sering muncul sebaiknya berkonsultasi ke dokter mata. 

Pencairan vitreus yang terlalu berlebihan dapat disertai komplikasi yang cukup berat yaitu lepasnya saraf penglihatan. Sesuatu yang patut diwapadai adalah saat floaters disertai penglihatan seperti kilat cahaya di sudut mata. Hal ini terjadi karena saraf mata (retina) tertarik-tarik saat vitreus mengalami pencairan berlebihan.
Floaters jenis lain yang patut diwaspadai adalah floaters berwarna putih yang tidak transparan. Floaters ini adalah akibat adanya akumulasi sel-sel radang dalam rongga mata. 

Terdapat juga floaters berwarna kehitaman yang disebabkan adanya sel-sel darah di rongga mata. Hal ini sering terjadi pada penderita diabetes tahap lanjut.

Floaters sebenarnya suatu keadaan yang cukup alamiah namun perlu diobservasi. Floaters yang semakin sering dan bertambah banyak sebaiknya dikonsultasikan ke dokter mata. 

Hingga saat ini penanganan floaters yang ringan dapat berupa anjuran mengistirahatkan mata dengan cukup, atau pemberian vitamin sebagai antioksidan. Konsumsi vitamin C yang cukup bisa sebagai antioksidan juga pada mata kita. Terdapat juga obat tetes mata yang diberikan kepada penderita floaters, namun dengan resep dokter. Floaters yang berat, floaters akibat peradangan, atau akibat perdarahan dalam bola mata karena diabetes tidak terkontrol membutuhkan tindakan operatif.

Sudah sebaiknya kita menjaga mata kita bagaikan kekasih atau sahabat kita. Jangan sampai setelah kehilangan baru menyadari betapa besar maknanya dalam hidup kita. Lebih dari 80% informasi dari dunia luar datang dari mata kita. Tanpa mata kita hidup seperti dalam dunia yang gelap. Untuk mengobati mata sebaiknya tidak berdasarkan asumsi-asumsi. Kenali gejala pada mata yang terjadi, konsultasikan kepada dokter. Hindari pemakaian obat-obatan yang tidak sesuai indikasi karena dapat berakibat fatal. Semoga tulisan ini dapat menambah pengetahuan para pembaca sekalian. Terima kasih.

Oleh : dr. Cosmos Mangunsong Sp.M
KLINIK DOKTER KELUARGA
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS INDONESIA

Untuk melihat posting aslinya silakan klik di sini.