Sunday, December 18, 2011

CARA KERJA PENGOBATAN RADIX VITAE UNTUK GLAUKOMA

Dalam posting berikut ini akan saya sampaikan jawaban yang biasanya saya berikan terhadap pertanyaan "Bagaimana sebenarnya cara kerja radix dalam mengatasi glaukoma?".

Permasalahan utama yang terjadi pada penderita glaukoma adalah terjadinya peningkatan tekanan bola mata. Peningkatan tekanan bola mata itu terjadi karena cairan humour aquos yang terdapat di dalam bola mata tidak dapat keluar secara teratur. Hal ini terjadi karena adanya sumbatan pada saluran humour aquos. Cairan humour aquos yang tidak dapat keluar tersebut akan menyebabkan bola mata membesar dan menekan saraf optik di belakang retina. Saraf optik yang tertekan dalam jangka waktu lama akan mati dan tidak dapat lagi bertugas menyalurkan sinyal ke otak. Akhirnya kita tdk bisa melihat.

Dalam menangani kasus glaukoma, semua dokter spesialis mata akan berusaha menurunkan tekanan bola mata pasien agar bola mata mengecil dan saraf optik tidak tertekan. Berbagai langkah ditempuh mulai dari pemberian obat tetes, obat oral, penembakan dengan laser pada sumbatan, hingga operasi membuat saluran humour aquos yang baru. Sekali lagi semuanya itu dilakukan untuk membuang cairan humour aquos yang menumpuk dan menurunkan tekanan bola mata.

Untuk operasi pembuatan lubang baru, dokter biasanya memberitahukan bahwa lubang itu ada kemungkinan tertutup lagi. Hal ini biasanya karena terbentuknya jaringan ikat pada lubang baru tersebut. Kalau sudah tertutup, maka pasien harus menjalani operasi ulang, begitu seterusnya.

Berdasarkan pengalaman saya, obat-obatan dari dokter kadang kurang mampu menstabilkan tekanan bola mata. Saya dulu rutin berobat ke dokter dua minggu sekali, tetapi tetap saja tekanan bola mata saya naik turun.

Setelah memakai radix, tekanan bola mata saya stabil. Saya memang tidak mengatakan ke dokter kalau sy memakai obat alternatif. Saya hanya pakai satu botol dan hasilnya sudah bagus. Saya pakai lagi satu botol setelah melahirkan anak kedua. Setelah itu nggak pernah pakai lagi. Kebetulan penyakit glaukoma yg saya alami mudah sekali dideteksi karena dulu kalau pas kumat sakitnya minta ampun. Betul-betul tidak karuan. Jadi ketika keluhan tidak ada, saya tidak periksa lagi.

Tapi saya memang tidak bisa memberi jaminan 100 % penderita glaukoma pasti bisa sembuh dg radix karena secara medis dokter selalu mengatakan bahwa glaukoma tidak bisa disembuhkan. Selain itu, berdasarkan pengalaman penderita glaukoma yang beli radix ke saya, efek ke setiap penderita tidak sama. Ada yg sehari pakai sudah merasa enak, tapi ada juga yang sudah pakai seminggu belum merasakan efek apa-apa. Mungkin dipengaruhi tebal-tipisnya sumbatan humour aquos. Mungkin juga disebabkan ada tidaknya penyakit lain yang menyertai. Penderita glaukoma yang juga menderita diabetes akan lebih sulit diobati. Radix tidak akan mempunyai efek apa2 kalau kadar gula darah penderita berada di atas 200.

Pada awal ditemukan, radix tidak diperuntukkan bagi penderita glaukoma, dan sampai sekarang pun dalam kemasannya tdk ditulis untuk galukoma. Hanya untuk mengatasi plus, minus, silindris, pterigium, dan katarak. Tetapi berdasarkan pengalaman saya, justru radix sangat efektif untuk mengobati glaukoma. Terutama untuk glaukoma stadium awal.

Mengapa Radix Vitae bisa menghilangkan sumbatan pada saluran humour aquos?

Radix vitae terbuat dari buah keben (baringtonia asiatica) yang mengadung saponin yang merupakan detergen alami yang menggerus semua kotoran di mata. Dibuat tanpa pengawet kimia.

Tak heran kalau obat ini juga bisa digunakan untuk menipiskan katarak secara bertahap. Oleh karena itu, pada awal pemakaian biasanya akan ada sisa kotoran di sudut mata yang keluar di pagi hari. Jumlahnya sangat tergantung banyak sedikitnya kotoran yang ada di mata. Biasanya kotoran tersebut membuat mata lengket.

Penggunaan radix vitae tidak menimbulkan ketergantungan dan tidak mempunyai efek samping negatif. Kalau tekanan bola mata sudah normal di bawah 20 dan tidak ada keluhan lagi penggunaan radix vitae harus dihentikan.

Faktor lain yang perlu diperhatikan untuk menentukan keberhasilan pengobatan adalah
1. Berapa persen saraf mata yang masih hidup?  Radix vitae memiliki kemampuan memperbaiki saraf mata yang rusak tetapi tidak mampu menghidupkan saraf mata yang terlanjur mati.
Persentase saraf mata yang hidup atau mati itu biasanya bisa dideteksi lewat lapang pandang (lebih akurat pakai tes perimetri). 

Konkretnya: Orang normal kalau lihat jam dinding di tembok, tanpa melirik kanan kiri masih bisa sekaligus melihat objek di kiri dan kanan jam (bisa radius tiga meter atau lebih) Orang yang lapang pandangnya sudah menyempit kadang hanya melihat separo jam atau seperempatnya. Kondisi yg lebih buruk hanya bisa lihat selebar lubang kunci)

2. Tekanan bola mata normal sebenarnya di bawah 21 mmHg. Tekanan yang cenderung stabil masih lebih aman, daripada yang fluktuatif.
3. Kondisi saluran humour aquos tertutup total atau hanya tersumbat?
4. Kalau pernah menjalani tes blind spot, titik kebutaannya fokus di satu tempat atau menyebar? Kalau titik kebutaan menyebar biasanya perkembangan ke arah kebutaan lebih cepat.
5. Menderita diabetes atau tidak? penderita diabetes lebih sulit diatasi.

Hal-hal yang harus dihindari untuk mempertahankan kondisi mata
1. Dilarang terpapar sinar matahari langsung. Buat kondisi mata senyaman mungkin.
2. dilarang merokok
3. hindari minum kopi
4. hindari makanan dalam kemasan kaleng (sarden, buah kaleng, kornet dll) Ini berdasarkan pengalaman pasien yang pernah berobat ke Singapura.
5. hindari mengkonsumsi obat-obatan yang dijual bebas yang kontraindikasi dengan glaukoma

Saturday, December 3, 2011

PAKET BONUS RADIX VITAE

KEMASAN PAKET BONUS 2014
Sebagai bentuk penghargaan kepada para pelanggan radix vitae, RADIX VITAE mengeluarkan PAKET BONUS. Tetes mata radix vitae yang biasanya dijual dengan harga Rp 400.000,00 dan Kapsul Angelica yang biasanya Rp 100.000,00, keduanya kini dijual paket dengan harga hanya Rp 380.000,00 (tiga ratus delapan puluh ribu rupiah).

Untuk TOKO ONLINE RADIX VITAE harga tersebut masih ditambah ongkos kirim Rp20.000,- ke seluruh Indonesia. Jadi total biaya yang harus ditransfer Rp 400.000,00.

RADIX VITAE menyediakan PAKET BONUS ini sebanyak 1000 paket. 

Manfaatkan kesempatan berharga ini. Atasi permasalahan penyakit dan kelainan mata Anda dengan RADIX VITAE. Salam.

Saturday, November 19, 2011

DETEKSI DAN PENCEGAHAN GLAUKOMA

indosiar.com - Mereka yang berusia 40 tahun keatas, kemungkinan bisa mengidap penyakit Glaukoma. Namun demikian, tidak dipungkiri bisa juga menyerang semua umur dan tanpa batasan jenis kelamin. Penyakit ini timbul pada orang-orang yang mempunyai bakat glaukoma atau diakibatkan penyakit mata lain.
Apabila dapat diatasi dengan baik sebelum terjadi kerusakan retina dan syaraf mata, biasanya ada harapan untuk pulih kembali. Penderita glaukoma memerlukan pengawasan seumur hidup. Lebih awal penyakit glaukoma diketahui dan diobati, lebih baik hasil yang dicapai.
Glaukoma adalah penyakit mata yang disebabkan oleh peningkatan tekanan cairan di dalam mata. Glaukoma akut terjadi secara tiba-tiba. Kondisi ini harus segera diatasi untuk menyelamatkan penglihatan. Pada glaukoma kronis peningkatan tekanan di dalam mata terjadi dalam masa beberapa bulan atau tahun tanpa terjadi gejala apa-apa. Kalau tidak diobati, glaukoma kronis akhirnya mengakibatkan kebutaan total. Glaukoma dapat juga disebabkan oleh penyakit mata lainnya.
Terdapat 4 jenis glaukoma :
- Glaukoma sudut terbuka
- Glaukoma sudut tertutup
- Glaukoma kongenitalis
- Glaukoma sekunder

Keempat jenis glaukoma ditandai dengan peningkatan tekanan di dalam bola mata dan karenanya semuanya bisa menyebabkan kerusakan saraf optikus yang progresif.
 
Gejala-gejala
- Glaukoma sudut terbuka :
Pada glaukoma sudut terbuka, saluran tempat mengalirnya humor aqueus terbuka, tetapi cairan dari bilik anterior mengalir terlalu lambat. Secara bertahap tekanan akan meningkat (hampir selalu pada kedua mata) dan menyebabkan kerusakan saraf optikus serta penurunan fungsi penglihatan yang progresif.
Hilangnya fungsi penglihatan dimulai pada tepi lapang pandang dan jika tidak diobati pada akhirnya akan menjalar ke seluruh bagian lapang pandang, menyebabkan kebutaan.

Glaukoma sudut terbuka sering terjadi setelah usia 35 tahun, tetapi kadang terjadi pada anak-anak. Penyakit ini cenderung diturunkan dan paling sering ditemukan pada penderita diabetes atau miopia. Glaukoma sudut terbuka lebih sering terjadi dan biasanya penyakit ini lebih berat jika diderita oleh orang kulit hitam.
Pada awalnya, peningkatan tekanan di dalam mata tidak menimbulkan gejala. Lama-lama timbul gejala berupa :
  • penyempitan lapang pandang tepi
  • sakit kepala ringan
  • gangguan penglihatan yang tidak jelas (misalnya melihat lingkaran di sekeliling cahaya lampu atau sulit beradaptasi pada kegelapan).
    Pada akhirnya akan terjadi penyempitan lapang pandang yang menyebabkan penderita sulit melihat benda-benda yang terletak di sisi lain ketika penderita melihat lurus ke depan (disebut penglihatan terowongan).
Glaukoma sudut terbuka mungkin baru menimbulkan gejala setelah terjadinya kerusakan yang tidak dapat diperbaiki.
Untuk pengobatan glaukoma sudut terbuka, obat tetes mata biasanya bisa mengendalikan glaukoma sudut terbuka. Obat yang pertama diberikan adalah beta bloker (misalnya timolol, betaksolol, karteolol, levobunolol atau metipranolol), yang kemungkinan akan mengurangi pembentukan cairan di dalam mata.
Juga diberikan pilokarpin untuk memperkecil pupil dan meningkatkan pengaliran cairan dari bilik anterior. Obat lainnya yang juga diberikan adalah epinefrin, dipivefrin dan karbakol (untuk memperbaiki pengaliran cairan atau mengurangi pembentukan cairan).
Jika glaukoma tidak dapat dikontrol dengan obat-obatan atau efek sampingnya tidak dapat ditolerir oleh penderita, maka dilakukan pembedahan untuk meningkatkan pengaliran cairan dari bilik anterior. Digunakan sinar laser untuk membuat lubang di dalam iris atau dilakukan pembedahan untuk memotong sebagian iris (iridotomi).
 
Glaukoma sudut tertutup  
Glaukoma sudut tertutup terjadi jika saluran tempat mengalirnya humor aqueus terhalang oleh iris.
Setiap hal yang menyebabkan pelebaran pupil (misalnya cahaya redup, tetes mata pelebar pupil yang digunakan untuk pemeriksaan mata atau obat tertentu), bisa menyebabkan penyumbatan aliran cairan karena terhalang oleh iris. Iris bisa menggeser ke depan dan secara tiba-tiba menutup saluran humor aqueus, sehingga terjadi peningkatan tekanan di dalam mata secara mendadak.

Serangan bisa dipicu oleh pemakaian tetes mata yang melebarkan pupil, atau bisa juga timbul tanpa adanya pemicu. Glaukoma akut lebih sering terjadi pada malam hari karena pupil secara alami akan melebar di bawah cahaya yang redup.
Episode akut dari glaukoma sudut tertutup menyebabkan :
- penurunan fungsi penglihatan yang ringan
- terbentuknya lingkaran berwarna di sekeliling cahaya
- nyeri pada mata dan kepala.
Gejala tersebut berlangsung hanya beberapa jam sebelum terjadinya serangan lebih lanjut.

Serangan lanjutan menyebabkan hilangnya fungsi penglihatan secara mendadak dan nyeri mata yang berdenyut. Penderita juga mengalami mual dan muntah. Kelopak mata membengkak, mata berair dan merah. Pupil melebar dan tidak mengecil jika diberi sinar yang terang.
Sebagian besar gejala akan menghilang setelah pengobatan, tetapi serangan tersebut bisa berulang. Setiap serangan susulan akan semakin mengurangi lapang pandang penderita.
Pengobatan glaukoma sudut tertutup :
  • Minum larutan gliserin dan air bisa mengurangi tekanan dan menghentikan serangan glaukoma. Bisa juga diberikan inhibitor karbonik anhidrase (misalnya asetazolamid).
  • Tetes mata pilokarpin menyebabkan pupil mengecil sehingga iris tertarik dan membuka saluran yang tersumbat. Untuk mengontrol tekanan intraokuler bisa diberikan tetes mata beta bloker.
Setelah suatu serangan, pemberian pilokarpin dan beta bloker serta inhibitor karbonik anhidrase biasanya terus dilanjutkan. Pada kasus yang berat, untuk mengurangi tekanan biasanya diberikan manitol intravena (melalui pembuluh darah).
Terapi laser untuk membuat lubang pada iris akan membantu mencegah serangan berikutnya dan seringkali bisa menyembuhkan penyakit secara permanen. Jika glaukoma tidak dapat diatasi dengan terapi laser, dilakukan pembedahan untuk membuat lubang pada iris.
Jika kedua mata memiliki saluran yang sempit, maka kedua mata diobati meskipun serangan hanya terjadi pada salah satu mata.
 
Glaukoma sekunder
Glaukoma sekunder terjadi jika mata mengalami kerusakan akibat :
- infeksi
- peradangan
- tumor
- katarak yang meluas
- penyakit mata yang mempengaruhi pengaliran humor aqueus dari bilik anterior.

Penyebab yang paling sering ditemukan adalah uveitis. Penyebab lainnya adalah penyumbatan vena oftalmikus, cedera mata, pembedahan mata dan perdarahan ke dalam mata. Beberapa obat (misalnya kortikosteroid) juga bisa menyebabkan peningkatan tekanan intraokuler.
Pengobatan glaukoma sekunder tergantung kepada penyebabnya. jika penyebabnya adala peradangan, diberikan kortikosteroid dan obat untuk melebarkan pupil. kadang dilakukan pembedahan.
 
Glaukoma kongenitalis
Glaukoma kongenitalis sudah ada sejak lahir dan terjadi akibat gangguan perkembangan pada saluran humor aqueus. Glaukoma kongenitalis seringkali diturunkan.
Untuk mengatasi glaukoma kongenitalis perlu dilakukan pembedahan.

Bila anda mengalami salah satu gejala diatas, segeralah konsultasi dengan dokter anda, atau periksakan mata satu tahun sekali bila dalam keluarga anda, ada yang menderita glaukoma. Karena mencegah lebih baik dari pada sudah terdeteksi menderita penyakit tersebut.(berbagai sumber/Ijs)
Naskah asli ada di sini 

Monday, October 31, 2011

MITOS SALAH TENTANG PENYAKIT MATA



Banyak mitos menyesatkan tentang penyakit mata yang tak jarang menjerumuskan penderita. Mengobati sendiri penyakit mata tak selalu aman dan perlu diwaspadai, karena tidak semua kelainan dan penyakit mata sama obatnya. Jika ada keluhan sebaiknya konsultasi langsung ke dokter. Mitos salah tentang penyakit mata seperti dibawah ini;
 
1. Penyakit mata merah disebabkan oleh debu
Tidak selalu benar. Lebih sering mata merah disebabkan oleh bibit penyakit. Kita mencurigai mata merah sebagai infeksi jika terjadi dalam musim-musim tertentu dimana banyak orang yang terkena mata merah. Bisa jadi sudah terjadi wabah mata merah di suatu kota atau wilayah.

Namun, bisa juga mata merah disebabkan oleh debu. Debu, pasir, kotoran, sabun mandi, dapat menimbulkan mata merah. Namun perlu dibedakan dengan mata merah sebab infeksi.
Pada mata merah infeksi, selain gatal, rasa tidak enak mengganjal seperti ada pasir, banyak mengeluarkan airmata, dan merahnya mata semakin hari semakin bertambah. Mungkin disertai pembengkakan kelopak mata, dan waktu bangun tidur mata rapat, banyak kotoran mata (belekan).
Mata merah sebab debu biasanya tidak belekan, jarang membengkak, dan merahnya semakin hari cenderung semakin pudar dan bisa mereda sendiri. Mata merah infeksi sukar menyembuh sendiri tanpa obat. Penyakit infeksi mata bisa saja tidak harus menimbulkan mata merah. Orang-orang menyebutnya penyakit infeksi mata putih. Yang merah bagian dalam kelopak matanya (conjunctiva palpebra), bukan putih matanya. Penyebabnya juga infeksi bibit pernyakit, mulai dari virus, kuman, sampai jamur.

2. Bintitan sebab sering mengintip
Tidak benar. Bukan sebab sering mengintip orang jadi bintitan. Ini juga tergolong infeksi mata. Bedanya dengan penyakit mata merah, bibit penyakitnya bersarang bukan di bola mata atau selaput lendir kelopak mata, melainkan di kelenjar-kelenjar yang ada di kelopak mata. Kita tahu di kelopak mata terdapat beberapa kelenjar, seperti kelenjar airmata, kelenjar minyak pembasah bulu mata. Jika kelenjar ini dimasuki bibit penyakit, maka akan terbentuk bisul. Bisul kelenjar ini yang menimbulkan penyakit bintit (hordeolum).

Bintit tidak boleh dibiarkan berlama-lama tanpa pengobatan. Kenapa? Oleh karena jika bisulnya sudah telanjur membatu, sukar mengempis kembali kendati diobati. Terlambat mengobati bintit, memerlukan tindakan operasi untuk membuang batu bisulnya.

3. Penyakit rabun jauh dapat diobati dengan banyak makan wortel
Salah. Kita tahu, penyakit rabun jauh disebabkan oleh tidak tepatnya bayangan jatuh pada retina (layar bola mata). Pada kelainan mata myopia begini, bayangan yang kita lihat jatuhnya di depan retina. Keadaan ini dapat disebabkan oleh kelainan kornea (hitam mata), gangguan lensa, atau sumbu bola mata.

Bola mata yang kelewat besar (seperti anak-anak sekarang), menjadikan sumbu bola mata lebih panjang dari normal. Itu yang membuat bayangan yang kita lihat selalu jatuh di depan retina, sehingga bayangan tidak tampak jelas, melainkan samar-samar ketika sedang melihat jauh. Tidak soal ketika melihat dekat.
Wortel dan sumber vitamin A lainnya bermanfaat untuk sel-sel di layar retina (bagian belakang bola mata), tempat bayangan yang kita lihat ditangkap lalu dikirimkan ke otak untuk ditafsirkan.
Sel-sel retina, selain untuk menangkap penglihatan terang-gelap, juga untuk warna. Jika penyebab kelainan mata adalah gangguan sel-sel saraf retina, masuk akal wortel bisa membantu. Namun, rabun jauh lebih sering disebabkan oleh berubahnya sumbu bola mata. Sebagian sebab keturunan.
Kelainan sumbu bola mata hanya mungkin dinormalkan dengan mengoreksi sumbu bola mata yang kelewat panjang, agar bayangan tepat jatuh di retina.
Caranya dengan memberi lensa pembantu (lensa minus) sebesar yang memberikan hasil bayangan yang kita lihat menjadi tepat jatuh di retina. Semakin terlalu panjang sumbu bola mata, sehingga semakin jauh bayangan jatuhnya di depan retina, semakin besar minus lensa bantuan yang perlu diberikan.

4. Tidak semua orang dalam hidupnya perlu berkacamata
Juga tidak benar. Orang yang matanya sehat dan normal pun setelah berumur lewat 40 tahun, akan memerlukan kacamata baca untuk rabun dekat (presbyopia). Rabun dekat bukan penyakit, melainkan bagian dari proses menua. Suka tidak suka, setiap orang akan mengalami rabun dekat. Untuk itu perlu dibantu dengan kacamata baca (lensa positif). Semakin bertambah tua, semakin besar kacamata baca yang diperlukan, agar pada jarak baca sehat (33 cm) orang bisa jelas membaca.

Pada orang dengan mata sakit, mungkin sudah sejak kecil memerlukan kacamata. Mata minus keturunan umumnya sudah dialami sejak masih sekolah dasar. Kasus ini tidak bisa diobati tanpa kacamata. Jika myopia dibiarkan, minusnya akan cepat bertambah. Penyakit mata rabun jauh myopia tidak bisa berkurang, apalagi kembali seperti mata normal lagi, kendati sudah memakai kacamata.

5. Rabun senja dapat dikoreksi dengan memakai kacamata
Keliru. Penyakit rabun senja, yaitu mereka yang terganggu melihat gelap (setelah matahari terbenam), tidak bisa dikoreksi dengan kacamata. Penyakit rabun senja terjadi jika sel-sel saraf pembeda terang-gelap di retina terganggu. Ini umumnya terjadi sebab kekurangan vitamin A untuk waktu lama. Anak kurang gizi, yang umumnya kurang makan sumber vitamin A yang yang banyak dalam ikan, susu, sayur-mayur, dan buah, banyak mengidap rabun senja. Maka, cara koreksinya bukan dengan kacamata, melainkan dengan memberi ekstra vitamin A dosis tinggi.


6. Mata buta sebab dibawa sejak lahir
Tidak selalu. Hanya sedikit kelainan mata yang berakibat kebutaan yang dibawa sejak lahir. Penyakit yang diidap ibu selama hamil ada beberapa yang bisa mengganggu mata, seperti toxoplasma. Namun, kebutaan lebih banyak disebabkan oleh kekurangan vitamin A, glaucoma, dan katarak.

Di Indonesia, angka kebutaan sebab kekurangan vitamin A masih banyak. Jika rabun senja sebagai gejala awal kekurangan vitamin A dibiarkan tanpa koreksi dengan memberi vitamin A dosis tinggi, kerusakan mata akan berlanjut. Tampak bercak putih pualam pada putih mata (bitot spot), yang jika masih tidak dikoreksi juga, akan merusak bola mata, menjadi bisul di putih mata, dan akhirnya bola mata akan mengempis, lalu menciut. Pada stadium lanjut ini, mata sudah tak mungkin diselamatkan lagi, dan akhirnya buta sama sekali.

7. Obat tetes mata bisa untuk mengobati semua mata merah
Tidak benar. Ada banyak jenis obat tetes mata. Kita mengenal obat tetes mata merah yang disebabkan oleh infeksi. Jenis ini bukan yang dijual di warung-warung. Mata merah sebab infeksi tidak bisa disembuhkan dengan obat tetes warung. Bahkan, memakai obat tetes warung malah bisa membuat penyakit mata merah bertambah parah, alih-alih menyembuh.

Obat tetes mata untuk infeksi mata juga dibedakan pula, ada yang untuk kuman, ada pula untuk virus, jamur, dan jenis infeksi mata yang tanpa luka (tukak) mata. Pada kasus infeksi mata tanpa luka, boleh diberikan tetes mata yang ditambahkan obat corticostreroid sebagai antiradangnya, namun tidak untuk kasus yang ada luka atau tukaknya.
Sudah disebut di atas, mata merah sendiri bukan melulu disebabkan oleh infeksi. Bisa juga sebab debu atau alergi, dan sebab penyakit mata glaucoma. Pada penyakit ini, tekanan bola mata meninggi, dengan salah satu gejalanya mata merah.
Sudah barang tentu, mata merah sebab glaucoma tidak mempan diobati dengan tetes mata infeksi atau tetes mata yang dibeli di warung, melainkan harus dengan obat khusus penurun tekanan bola mata. Membiarkan glaucoma berkepanjangan bisa berakhir dengan kebutaan.
Mata merah sebab virus herpes tak mempan diobati dengan tetes mata biasa, melainkan dengan tetes mata antivirus. Demikian pula jika mata merah sebab alergi, yang hanya mereda jika diobati dengan tetes mata yang mengandung obat antialergi.
Apa makna semua itu? Tidak semua mata merah boleh sembarang diberi tetes mata. Selain tidak selalu berhasil menyembuhkan, ada bahaya terselubung jika memakai sendiri obat tetes mata secara serampangan. Melihat mata merah tetangga, lalu berniat baik langsung memberikan obat tetes mata bekas ketika pernah sakit mata merah. Ini tidak arif. Niat baik bisa berujung petaka kalau berakibat buruk. Dan ingat, obat tetes mata yang masih tersisa untuk infeksi sebaiknya tidak dipakai lagi. Selain mungkin sudah tidak ampuh, berubah kepekatannya, obat mungkin sudah tercemar bibit penyakit dari mata saat memakainya.

8. Penyakit mata glaucoma disebabkan oleh tekanan darah tinggi
Salah. Penyakit glaucoma disebabkan oleh meningkatnya tekanan di dalam bola mata. Penyebabnya banyak. Ada yang turunan, sehingga sistem saluran cairan mata di dalam bola mata tersumbat, atau menyempit.

Yang bukan turunan bisa disebabkan oleh gangguan lensa, katarak yang sudah matang atau pecah, pasca-bedah mata, penyakit pada bagian dalam bola mata (iris mata), yang berakibat terganggunya sistem aliran cairan mata, dan berakhir dengan meningginya tekanan bola mata.
Meningginya tekanan bola mata tidak ada hubungannya dengan tekanan darah tinggi. Orang yang darah tinggi tidak harus tekanan bola matanya juga tinggi. Sebaliknya, orang yang darah rendah belum tentu tidak glaucoma.

9. Katarak hanya pada orang berusia lanjut
Tidak selalu benar. Memang lebih banyak katarak terjadi pada usia lanjut, sebagai bagian dari proses menua. Namun, usia bayi pun bisa katarak juga. Katarak sejak lahir dibawa bayi sejak dalam kandungan mula. Jenis katarak bayi berbeda dengan katarak dewasa dan usia lanjut.

Katarak sebagai komplikasi penyakit lain bisa diderita sebelum usia lanjut, termasuk komplikasi kencing manis, akibat radiasi, cahaya matahari, atau kerusakan lensa mata oleh radikal bebas, yang akan terjadi jauh hari sebelum usia lanjut.

10. Mata bayi baru lahir tak mungkin tertular penyakit kelamin ibunya
Salah. Justru perlu diwaspadai jika ibu melahirkan bayi sebelum keputihannya disembuhkan. Sebab, bisa jadi keputihannya disebabkan oleh penyakit kelamin kencing nanah (gonorrhoea). Mata bayi bisa tertular kencing nanah pada saat persalinan berlangsung. Seminggu setelah lahir, mata bayi membengkak, lengket penuh nanah, dan meradang, tanda tertular kencing nanah dari kemaluan ibunya.

Selain kencing nanah, ibu juga bisa keputihan oleh bibit penyakit lain. Itu sebab setiap bayi baru lahir secara rutin diberi tetes mata antibiotika, untuk jaga-jaga kalau-kalau matanya tercemar bibit penyakit dari jalan lahir ibu.
  
Sumber : http://www.f-buzz.com/2008/08/26/mitos-salah-tentang-penyakit-mata/


RETINOPATI DIABETES


Retinopati diabetes adalah penyakit mata yang sering terjadi pada penderita diabetes. Mereka yang menderita diabetes juga beresiko tinggi untuk mengidap penyakit mata lainnya seperti glaukoma dan katarak. Semua penyakit mata ini dapat menyebabkan kehilangan penglihatan berat hingga kebutaan.
Proses penyakit retinopati diabetik terjadi akibat perubahan-perubahan yang terjadi pada pembuluh darah retina, yaitu suatu membran tipis yang terbentuk dari sel-sel saraf yang berjejer di belakang 2/3 bola mata. Sel-sel saraf pada retina akan menerima cahaya dan mengirimkan sinyal ke otak tentang apa yang dilihat oleh mata.
Retinopati diabetik terdiri dari 2 stadium, yaitu :
  • Retinopati nonproliferatif. Merupakan stadium awal dari proses penyakit ini. Selama menderita diabetes, keadaan ini menyebabkan dinding pembuluh darah kecil pada mata melemah. Timbul tonjolan kecil pada pembuluh darah tersebut (mikroaneurisma) yang dapat pecah sehingga membocorkan cairan dan protein ke dalam retina. Menurunnya aliran darah ke retina menyebabkan pembentukan bercak berbentuk “cotton wool” berwarna abu-abu atau putih. Endapan lemak protein yang berwarna putih kuning (eksudat yang keras) juga terbentuk pada retina. Perubahan ini mungkin tidak mempengaruhi penglihatan kecuali cairan dan protein dari pembuluh darah yang rusak menyebabkan pembengkakan pada pusat retina (makula). Keadaan ini yang disebut makula edema, yang dapat memperparah pusat penglihatan seseorang.
  • Retinopati proliferatif. Retinopati nonproliferatif dapat berkembang menjadi retinopati proliferatif yaitu stadium yang lebih berat pada penyakit retinopati diabetik. Bentuk utama dari retinopati proliferatif adalah pertumbuhan (proliferasi) dari pembuluh darah yang rapuh pada permukaan retina. Pembuluh darah yang abnormal ini mudah pecah, terjadi perdarahan pada pertengahan bola mata sehingga menghalangi penglihatan. Juga akan terbentuk jaringan parut yang dapat menarik retina sehingga retina terlepas dari tempatnya. Jika tidak diobati, retinopati proliferatif dapat merusak retina secara permanen serta bahagian-bahagian lain dari mata sehingga mengakibatkan kehilangan penglihatan yang berat atau kebutaan.
Retinopati diabetik biasanya berkembang menjadi beberapa tingkatan pada kebanyakan penderita diabetes tipe 1 dan sejumlah penderita diabetes tipe 2. Pengawasan kadar gula darah yang ketat dapat mencegah resiko perkembangan retinopati menjadi parah serta kehilangan penglihatan. Jika terjadi retinopati, maka deteksi awal dan pengobatan yang tepat (paling sering dengan laser) dapat membantu mencegah, menghambat atau merubah kehilangan penglihatan.
Mereka yang menderita diabetes, harus memeriksakan matanya pada seorang dokter mata (oftalmologis) setiap tahun, bahkan bila mereka tidak memiliki keluhan penyakit mata sekalipun. Asosiasi dibetes Amerika menyarankan pemeriksaan setahun sekali (mulai dalam 3 hingga 5 tahun setelah didiagnosis menderita diabetes tipe 1 dan segera setelah didiagnosis menderita diabetes tipe2) dengan alasan sebagai berikut :
  • Seseorang yang mengidap retinopati diabetik tanpa disadari karena penyakit ini tidak selalu menyebabkan gejala-gejala hingga kerusakan retina makin parah.
  • Pengobatan akan lebih efektif jika dilakukan sebelum gejala-gejala dan komplikasi retinopati berkembang.
  • Dengan pemeriksaan mata yang teratur, seorang dokter mata dapat mengetahui dan mengobati sebelum tanda-tanda retinopati berlanjut.
Sayangnya banyak penderita diabetes yang tidak memeriksakan matanya setahun sekali untuk mengetahui apakah telah mengalami retinopati (atau penyakit mata lainnya yang disebabkan diabetes). Akibatnya , mereka tidak mengetahui bahwa mereka telah mengidap retinopati sampai akhirnya kehilangan penglihatan yang signifikan. Retinopati diabetik merupakan penyebab utama dari kebutaan baru pada orang-orang yang berusia antara 20 hingga 74 tahun. Para ahli percaya banyak kasus-kasus kehilangan penglihatan dan kebutaan sebenarnya dapat dicegah dengan melakukan pemeriksaan mata tahunan pada penderita diabetes.

Sumber: http://www.f-buzz.com/2008/09/09/penyakit-mata-retinopati-diabetes

Sunday, April 10, 2011

BUKTI KIRIM MALAYSIA



Berikut ini saya cantumkan bukti kirim untuk Ibu Yunita Indityas Rani di Malaysia. Saya sebenarnya ingin kirim via email, tetapi katanya beliau tidak ada email. Agar Ibu Yunita Indityas Rani semakin yakin bahwa paket sudah saya kirim, bukti kirim tersebut saya upload di blog ini.

(Update, 14 April 2011)  Akhirnya berdasarkan hasil pelacakan di internet, barang tersebut telah sampai di Malaysia pada tanggal 13 April 2011. Semoga memberi manfaat yang maksimal. Amin.

Saturday, April 9, 2011

MENGATASI FLOATERS PADA MATA

Untuk mengatasi permasalahan floaters, saran awal adalah perbaikan gaya hidup.Caranya dengan lebih menghindari kelelahan mata.

Istirahatkan mata setiap habis fokus depan komputer atau baca buku.

Rumusnya adalah:
1. Setiap 20 menit mata fokus bekerja,  selingi dengan melihat lebih dari 6 meter selama 20 detik , atau
2. Setiap 60 menit mata fokus bekerja,  selingi dengan melihat lebih 6 meter selama 60 detik.

Orang dengan miopia ( kaca mata minus ) tinggi sangat sulit untuk menghilangkan floaters yang terjadi karena itu terjadi akibat bola mata penderita miop tinggi cukup panjang sehingga vitreus teregang dan terinfiltrasi oleh cairan.

Ini sedikit tips dari saya:
1. istirahatkan mata sesuai rumus diatas
2. cek ulang kaca mata
3.konsumsi antioksidan alami setiap hari yang alami, bikin jus sayuran atau buah yg mengandung vit A, C,E dan B compleks 2x sehari diminumnya
4. jangan tidur larut malam dan istirahatkan mata dengan cukup


Obat mujarab..setahu saya belum ada..modifikasi pola hidup+ antioksidan tetap anjuran utama..apabila muncul kilatan2 cahaya diujung mata..segera konsul ke dokter mata…di beberapa negara atau center dengan fasilitas kesehatan mata cukup maju…bila floaters berlanjut dan semakin mengganggu sering disarankan operasi. Sembuhnya floaters tidak bisa langsung tapi gradual karena butuh waktu untuk memproduksi vitreus dan mengganti yg rusak.


Oleh : dr. Cosmos Mangunsong Sp.M
KLINIK DOKTER KELUARGA
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS INDONESIA

FLOATERS PADA MATA


Mata.. kecil namun sangat berharga.. ibarat seseorang yang kita kasihi, kita baru menyadari betapa penting artinya seseorang tersebut setelah kita kehilangannya. Demikian juga mata yang sudah menemani manusia saat pertama kali lahir ke dunia. Mata memperkenalkan kita terhadap lingkungan, memperkenalkan hal-hal baru, mendeteksi bahaya, memberikan kesejahteraan melalui pekerjaan yang layak, dan tidak lupa memperindah tampilan wajah kita. Untuk itu sudah selayak kita memperhatikan sahabat kecil itu karena maknanya sangat besar untuk kehidupan kita.

Semakin maju perekonomian suatu negara tentunya akan mendorong pendidikan yang lebih baik bagi bangsanya. Pendidikan yang lebih baik akan menuju kesadaran yang lebih tinggi terhadap penyakit sehingga timbul suatu motto mencegah jauh lebih baik dari pada mengawasi. Mencegah tentunya membutuhkan pengetahuan yang cukup sehingga menimbulkan kesadaran akan resiko datangnya suatu penyakit.


Salah satu hal fenomena yang sering terjadi namun kurang disadari pada fungsi penglihatan kita adalah floaters. Apakah itu floaters ? bagaimana terjadinya? Bagaimana mengenalinya? Bahaya atau tidak? Apa pengobatannya? Tentu pertanyaan ini yang pertama kali timbul dibenak orang yang baru mendengar kata floaters. Untuk itu mari saya akan menjabarkan secara sederhana tentang floaters agar mudah dicerna para pembaca yang awam.


Sesuai dengan asal katanya floaters,  float ( bahasa inggris)  apabila diterjemahkan berarti mengambang. Istilah itu dirasakan para ahli sebagai yang paling mendekati pada fenomena yang dialami pasien dengan kelainan tersebut. Floaters menunjuk pada sesuatu yang terlihat bagai mengambang melintas dalam pandangan kita. Bentuknya bermacam-macam bisa seperti benang panjang, titik, koma, atau bisa amorf ( bentuk tidak beraturan). Warnanya bervariasi bisa bening transparan hingga hitam kemerahan. 

Floaters bisa timbul sewaktu-waktu dan bisa tiba-tiba hilang. Saat timbul floaters bisa saja tidak disadari namun ada juga yang merasa sangat terganggu.
Bagaimana floaters dapat terjadi sebenarnya cukup alamiah. Floaters adalah proses yang terjadi pada salah satu organ di mata kita yang dinamakan vitreus. Organ vitreus adalah suatu organ yang berbentuk matriks seperti jeli. Letak vitreus berada di tengah rongga mata. 

Vitreus ini sebenarnya berfungsi sebagai media penglihatan yang membantu memfokuskan sinar ke retina sebagai pusat penglihatan. Kemampuan ini disebabkan vitreus mempunyai indeks bias sehingga sinar yang melalui organ yang bening tersebut dapat dibiaskan. Sebelum sampai ke pusat penglihatan di makula retina, sinar akan melalui beberapa kali pembiasan agar terfokus di tempat tersebut. Vitreus dapat berubah konsistensi jelinya diakibatkan oleh hal-hal tertentu.
Apabila vitreus menjadi lebih cair maka molekul air akan lebih banyak terkandung di matriks jelinya. Molekul air inilah yang dapat terlihat bagai mengambang di penglihatan kita. Kepadatan vitreus paling sering disebabkan proses deneratif (degeneratif?) sesuai dengan bertambahnya usia. Degenerasi dini juga dapat terjadi pada mata akibat penderita rabun jauh, diabetes, atau radiasi komputer, kekurangan antioksidan dan lain-lain.

Floaters umumnya tidak berbahaya namun kehadirannya bisa sangat mengganggu. Seseorang yang kurang tidur atau sehabis menekan matanya juga dapat timbul floaters.
Floaters yang alamiah berwarna bening dan tidak menetap. Tempatnya mungkin berpindah-pindah, atau hanya sekedar melintas di penglihatan kita aja. Saat floaters semakin banyak dan sering muncul sebaiknya berkonsultasi ke dokter mata. 

Pencairan vitreus yang terlalu berlebihan dapat disertai komplikasi yang cukup berat yaitu lepasnya saraf penglihatan. Sesuatu yang patut diwapadai adalah saat floaters disertai penglihatan seperti kilat cahaya di sudut mata. Hal ini terjadi karena saraf mata (retina) tertarik-tarik saat vitreus mengalami pencairan berlebihan.
Floaters jenis lain yang patut diwaspadai adalah floaters berwarna putih yang tidak transparan. Floaters ini adalah akibat adanya akumulasi sel-sel radang dalam rongga mata. 

Terdapat juga floaters berwarna kehitaman yang disebabkan adanya sel-sel darah di rongga mata. Hal ini sering terjadi pada penderita diabetes tahap lanjut.

Floaters sebenarnya suatu keadaan yang cukup alamiah namun perlu diobservasi. Floaters yang semakin sering dan bertambah banyak sebaiknya dikonsultasikan ke dokter mata. 

Hingga saat ini penanganan floaters yang ringan dapat berupa anjuran mengistirahatkan mata dengan cukup, atau pemberian vitamin sebagai antioksidan. Konsumsi vitamin C yang cukup bisa sebagai antioksidan juga pada mata kita. Terdapat juga obat tetes mata yang diberikan kepada penderita floaters, namun dengan resep dokter. Floaters yang berat, floaters akibat peradangan, atau akibat perdarahan dalam bola mata karena diabetes tidak terkontrol membutuhkan tindakan operatif.

Sudah sebaiknya kita menjaga mata kita bagaikan kekasih atau sahabat kita. Jangan sampai setelah kehilangan baru menyadari betapa besar maknanya dalam hidup kita. Lebih dari 80% informasi dari dunia luar datang dari mata kita. Tanpa mata kita hidup seperti dalam dunia yang gelap. Untuk mengobati mata sebaiknya tidak berdasarkan asumsi-asumsi. Kenali gejala pada mata yang terjadi, konsultasikan kepada dokter. Hindari pemakaian obat-obatan yang tidak sesuai indikasi karena dapat berakibat fatal. Semoga tulisan ini dapat menambah pengetahuan para pembaca sekalian. Terima kasih.

Oleh : dr. Cosmos Mangunsong Sp.M
KLINIK DOKTER KELUARGA
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS INDONESIA

Untuk melihat posting aslinya silakan klik di sini.

Friday, April 8, 2011

MINUS, PAKAI SATU BOTOL TURUN SETENGAH


Mata minus tergolong kelainan mata yang tidak mudah diatasi. Apalagi jika minusnya tergolong progresif alias perkembangannya sangat cepat. Berdasarkan pengalaman para pengguna radix vitae, jika penderita masih berusia di bawah 17 tahun, minusnya biasanya bisa berkurang secara signifikan. Namun, jika usia penderita sudah di atas 17 tahun, pengurangan minus seringnya tidak maksimal. Dapat berkurang 70% saja sudah merupakan pencapaian yang bagus.

Hari ini saya kebetulan dapat SMS dari penderita minus yang beli RADIX VITAE ke saya. Saya memang nggak pernah berjanji muluk-muluk. Takut kalau sudah  berjanji tapi tidak terbukti.

Namun yang terjadi dengan pembeli saya yang satu ini ternyata di luar dugaan. Setelah beliau memakai radix vitae hampir satu botol, minusnya sudah berkurang setengah. Padahal kalau dilihat dari usia sudah lebih dari 17 tahun.

Tuesday, March 22, 2011

GLAUKOMA, MATA JANGAN TERKENA BENTURAN

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan bagi para penderita glaukoma. Mata tidak boleh mengalami trauma benturan. Hal yang akan saya ungkapkan dalam tulisan ini sebenarnya berangkat dari pengalaman dua penderita glaukoma yang telah memakai radix vitae dan merasakan kemajuan yang berarti berkat radix vitae.

Pengalaman pertama datang dari Ayahanda Bapak Adi di Makasar. Pertama kali, kondisi glaukoma Ayahanda Bapak Adi sangat parah. Pandangan remang-remang, rasa sakit di mata yang luar biasa, mual, dan muntah. Pemakaian radix dua hari belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Hari ketiga justru merasa mual, keluar air mata seperti menangis. Bapak Adi sempat ragu dengan radix vitae. Namun setelah pengobatan selama 10 hari, barulah efek positif radix mulai bisa dirasakan.

Sakit mata yang luar biasa mulai berkurang, tidak ada rasa mual, dan pandangan mulai terang. Berdasarkan penuturan Bapak Adi, Ayahanda beliau tidak perlu dipapah lagi saat menuju ke kamar mandi. Saya merasa sangat senang dengan kondisi tersebut.

Namun sayang sekali, beberapa saat yang lalu, secara tidak sengaja, saat Bapak yang mengalami glaukoma tersebut menuju ke depan pintu, secara tiba-tiba pintu tertiup angin dan pintu tersebut membentur pelipis penderita glaukoma tersebut. Akibat terkena benturan pintu tersebut kondisi matanya memburuk lagi.

Pengalaman kedua datang dari putra Ibu Tini Supartini Bekasi. Putra beliau (penderita glaukoma) yang kondisi matanya membaik setelah menggunakan radix, beberapa hari yang lalu tekanan bola matanya (intra ocular pressure) tiba-tiba meningkat. Setelah saya tanyakan penyebabnya ternyata terkena tendangan kaki temannya di sekolah.

Dari dua pengalaman tersebut, saya berkesimpulan bahwa orang yang telah menderita glaukoma harus menjaga daerah mata dan sekitarnya agar jangana sampai terkena benturan. Benturan di mata apalagi yang sampai menimbulkan trauma berakibat buruk terhadap kondisi mata penderita glaukoma.

Bagi penderita glaukoma, jaga mata Anda jangan sampai terkena benturan. Salam sehat.

Monday, March 7, 2011

Membawa Herbal Indonesia Mendapat Pengakuan Internasional

(Majalah Human Capital /065/Agustus2009)
Berangkat dari perhatian kepada tanaman herbal di Indonesia, Heinrich Melcher yang bekerja puluhan tahun sebagai ahli geologi memutuskan fokus menjadi seorang peneliti herbal. Bagaimana pandangannya terhadap potensi herbal di Indonesia ?


Menjelajahi pedalaman di beberapa benua dan kepulauan adalah pekerjaan Heinrich Melcher sebagai ahli geologi. Pedalaman Amerika Latin, Afrika dan Indonesia adalah beberapa tempat yang pernah Heinrich kunjungi saat masih aktif sebagai ahli geologi. “Saya selalu berminat melihat cara suku-suku di pedalaman mengobati penyakit,” ungkap Heinrich mengakui. Tidak hanya memerhatikan, Heinrich juga selalu mencatat dan menyusunnya menjadi sebuah database.

Indonesia yang memiliki iklim tropis memberikan kesan tersendiri bagi pria asal Jerman yang telah menjadi warga negara Ineonsia ini. Datang ke Indonesia pada 1974, Heinrich kagum pada kesuburan tanah negeri ini, terutama Papua. “Di Papua tanahnya bagus sekali. Tanah kosong di sana masih puluhan ribu hektar yang bisa dimanfaatkan,” kata Heinrich seraya membandingkan bahwa jenis tanaman herbal di Indonesia jauh lebih lengkap dan berkualitas dibandingkan negara lain yang pernah dikunjunginya.
“Kalau kita lihat sejarahnya, sejak zaman nenek moyang kita sudah menggunakan herbal. Industri  jamu bukan industri baru, tapi komoditi dari zaman purbakala,” kata Heinrich yang pernah berdebatdengan para dokter di Surabaya mengenai kesterilan herbal.
“Kata dokter-dokter di Surabaya, mana bisa menjamin herbal steril. Para dokter muda itu saya tanya, asal bapak dari mana? Mereka jawab Trenggalek,” kata Heinrich sambil melanjutkan cerita, “saya tanya lagi, masih ada orang tua atau kakek-nenek? Dijawab masih ada. Lalu saya bilang, coba pulang ke kampung dan tanyakan ke kakek-nenek Anda, kalau sakit gigi pakai apa? Pasti dia ke belakang rumah dan mencari herbal.”
“Orang China dan Eropa harus berpikir bagaimana mengawetkan tanaman. Di sini orang tidak pernah mikir untuk mengawetkan makanan karena sepanjang tahun selalu ada,

Menurut Heinrich, seringkali orang Indonesia tidak sadar bahwa Indonesia memiliki sumber berlimpah. Bila membandingkan dengan China atau Eropa yang memiliki empat musim, Indonesia adalah tanah yang beruntung, begitu pandangan Heinrich. “Orang China dan Eropa harus berpikir bagaimana mengawetkan tanaman. Di sini orang tidak pernah mikir untuk mengawetkan makanan karena sepanjang tahun selalu ada,” ujarnya berkomentar. “Di Indonesia kita bikin apa pun bisa. Itu luar biasa,” ungkap penemu tetes mata herbal bermerek Radix yang terbuat dari buah keben asal Papua ini mengagumi Indonesia.

Heinrich mengakui, sumber daya manusia yang berminat pada penelitian herbal di Indonesia masih jarang. “Memang butuh kesabaran dalam meneliti dan tidak bisa langsung berorientasi pada hasil,” katanya mengakui. Namun, ia melihat, jika sebuah penelitian herbal sudah memberi hasil, potensi untuk membuka peluang kerja dan pemberdayaan ekonomi akan terbuka lebar. “Saat saya meneliti, saya coba ke diri saya sendiri sebelum saya beri ke orang lain. Akhirnya, saya menemukan obat tetes mata dan bikin pengobatan masal pada tahun 2003-2005,” kenang Heinrich yang kemudian bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Indonesia (UI). “Sekarang obat tetes mata ini sudah mencapai standar internasional,” ungkap Heinrich dengan bangga.

Bukan rahasia lagi, kendala yang ditemui para herbalis adalah sulitnya memperoleh izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Heinrich mengatakan, banyak hal yang dilarang mengenai herbal di Indonesia tapi justru diperbolehkan di luar negeri. Contohnya, dokter di Indonesia dilarang meresepkan obat herbal, sedangkan di Australia industri asuransi di sana sudah mulai mendukung pengobatan dengan herbal. Dokter juga boleh meresepkan obat herbal.

“Karena terhambat perizinan dan sebagainya, walaupun sudah terbukti keampuhannya bila tidak ada izin dianggap obat illegal. Undang-Undang (UU) di Indonesia menyatakan obat infus atau injeksi tidak boleh dari herbal,” tuur Heinrich menyesalkan. “Kami berharap kalau ada sesuatu yang bagus dilihat dulu, jangan langsung dijegal sehingga bisnis herbal bisa lebih terbuka,” saran pria berusia kepala enam ini.

Setelah fokus meneliti herbal selama kurang lebih lima tahun, Heinrich berani mengatakan, seharusnyaya indutri herbal Indonesia menjadi yang terbesar di dunia. “Bisa dibayangkan perkembangan petani kalau industri herbal dikembangkan. Kita membeli bahan bakudari petani, tenaga yang dibutuhkan untuk industri ini luar biasa banyak dan kita bisa melakukan semua itu,” katanya optimistis.

Kabar baiknya, Heinrich merasakan sudah ada perhatian dari masyrakat kepada industri herbal dan perhatian ini harus terus ditingkatkan. Menurutnya, Indonesia memerlukan peran pemerintah dalam menyosialisasikan obat-obatan herbal. “Kalau kita mau menghasilkan sesuatu, kita harus bersifat UMS, yang artinya United Makes Strong atau kebersamaan membuat kuat,” ujar Heinrich.

Heinrich menilai, investasi bisa datang bila pemerintah mau merombak perizinan tentang herbal. “Saya tahu banyak teman-teman pebisnis yang mau terjun ke bidang ini asal ada izin resmi. Para praktisi herbal juga sudah berjuang ke arah legalitas herbal sebagai obat. Kami berharap obat-obatan herbal bisa lebal, “ ungkapnya. Sejauh ini, ia melihat obat herbal di Indonesia masih didiskriminasikan walaupun sudah terbukti khasiatnya.

“Sama halnya kita bilang batik Indonesia tidak bagus, sedangkan batik Malaysia bagus. Padahal Indonesia adalah sumbernya batik,” Heinrich mencontohkan seraya melanjutkan,”herbal itu warisan dari nenek moyang. Kalau kita dapat warisan dari orangtua masa tidak kita pelihara?”

Hal itulah yang menyebabkan kenapa herbal di Indonesia tidak berkembang. “Karena belum banyak orang Indonesia yang mau mengembangkannya. Pelatihan juga masih kurang,” tutur Heinrich tegas. “Di Indonesia kita mempunyai tumbuhan berkhasiat yang sudah terdaftar dan sudah diinformasikan oleh IPB dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) lebih dari 2000 jenis. Tapi sampai sekarang yang baru diteliti sekitar 400-an tumbuhan,” ungkapnya.

Melalui penelitian dan pembudidayaan tanaman herbal berkhasiat, Heinrich berharap industri herbal di Indonesia tidak lagi dipandang sebelah mata oleh tuan rumahnya sendiri. Bukan hanya Heinrich, para ahli herbal pun meyakini bahwa herbal Indonesia memiliki petensi besar di depan mata, yang tidak dimiliki negara lain di belahan dunia mana pun. Bila mutiara terpendam ini bisa bersinar, maka pemberdayaan sumber daya manusia Indonesia sebagai negara penghasil herbal terlengkap dan berkualitas di dunia, juga ikut berkembang. Semoga harapan ini dapat terwujud suatu hari nanti.
(Rina Suci Handayani)

Saturday, February 19, 2011

SEBULAN PASCA OPERASI MATA, RADIX BOLEH DIPAKAI

Dalam sebuah pesan shout box di side bar blog ini ada pertanyaan (lihat tanggal 18 Februari 2011 penanya Yani), apakah setelah operasi glaukoma boleh memakai RADIX VITAE?

Kepada para penderita glaukoma yang habis menjalani operasi dan ingin memakai radix vitae, saya anjurkan idealnya tunggu hingga minimal sebulan setelah operasi. Hal ini untuk menjaga agar kondisi mata sudah benar-benar normal setelah pembedahan.

Namun demikian, saya punya satu pengalaman yang agak berbeda. Ada seorang  pasien glaukoma yang habis menjalani operasi usianya masih 14 tahun. Seminggu setelah operasi kondisi matanya belum juga membaik. Tekanan bola mata masih tinggi. Orang tua anak tersebut ingin memakaikan radix vitae kepada anaknya. Saya tidak mengizinkan karena belum satu bulan. Tetapi kondisi matanya tidak juga membaik. Si anak sangat tersiksa. Akhirnya tiga minggu setelah operasi, dia pakai radix. Alhamdulillah kondisi matanya membaik dan sampai sekarang tekanan bola matanya stabil.

Friday, January 28, 2011

OBAT GLAUKOMA YANG MANJUR

Judul posting kali ini terinspirasi oleh sebuah telepon yang datang dari seorang Ibu di Banjarnegara. Beliau berkata, "Bu, saya menemukan blog Ibu setelah menulis 'OBAT GLAUKOMA YANG MANJUR' di google.

Beliau mengatakan bahwa Ibunya menderita glaukoma dan sudah parah. Setahun yang lalu salah satu penglihatan (matanya) sudah hilang (tidak bisa melihat). Bahkan setelah menjalani pengobatan alternatif, kedua matanya justru tidak bisa melihat.

Secara medis, glaukoma memang tidak bisa disembuhkan. Akan tetapi, kita masih bisa berupaya mengobati glaukoma dengan terlebih dulu memahami karakteristik penyakit glaukoma tersebut. Kita bisa mencari informasi langkah-langkah medis dalam penanganan penyakit mata glaukoma.

Kalau kita berusaha mencari pengobatan alternatif untuk menangani glaukoma, tentu saja kita harus mencari bentuk pengobatan yang selaras dengan penanganan medis tadi. Pengobatan alternatif yang nalar dan masuk akal.

Radix vitae tergolong obat alternatif glaukoma yang cukup efektif. Sudah banyak pasien glaukoma yang tertolong berkat obat tetes ini.

Yang terpenting untuk penderita glaukoma jangan terlalu banyak menunggu dan menunda pengobatan. Kerusakan saraf optik mata kadang berlangsung sangat cepat, tanpa mengenal kompromi.

Friday, January 21, 2011

CARA PESAN RADIX VITAE


Kami, TOKO ONLINE RADIX VITAE, mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para pengunjung blog ini karena beberapa saat kemarin, kami tidak bisa segera memberikan balasan terhadap pesan-pesan di shoutbox maupun di email.

Menanggapi beberapa pertanyaan tentang cara pemesanan, kami memang satu-satunya penjual online obat tetes mata herbal Radix Vitae dengan biaya pengiriman yang paling murah. Jadi sebagian besar konsumen kami adalah pembeli online. Sementara ini, pembeli kami berasal dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Nomor rekening bank kami, memang sengaja tidak kami cantumkan di blog ini. Calon pembeli yang sudah yakin mau membeli secara online, akan kami kirimi nomor rekening via SMS atau email. Konfirmasi transfer dan alamat lengkap cukup dilakukan via SMS. Dengan konfirmasi via SMS, kami akan dapat segera menindaklanjuti konfirmasi tersebut dan segera mengirim barangnya.

Untuk hari Senin-Jumat, jika Anda konfirmasi transfer sebelum pukul 17.00, kami akan mengirimkan barangnya hari itu juga, karena jasa pengiriman buka hingga pukul 18.00. Khusus untuk hari Sabtu, jasa pengiriman buka hingga pukul 13.00. Jadi konfirmasi transfer untuk hari Sabtu paling lambat pukul 12.00.

Thursday, January 6, 2011

KEYAKINAN ADALAH KUNCI KESEMBUHAN

Keyakinan adalah kunci kesembuhan. Itu adalah kesimpulan sementara yang bisa saya tarik dari pengalaman saya menggunakan dan menjual obat tetes mata radix vitae.

Saat pertama kali menggunakan obat ini saya merasa yakin bahwa obat ini bisa menyembuhkan saya. (Saya sudah terlalu bosan dengan obat dokter yang diberikan terus menerus. ) Akhirnya benar, saya bisa sembuh.

Pembeli-pembeli obat tetes radix yang kelihatan sangat yakin dengan obat ini, Alhamdulillah juga dimudahkan oleh Allah sehingga bisa terbantu.

Saran saya adalah kalau Anda mau membeli obat ini Anda harus yakin. Jangan ragu. Kalau Anda masih ragu sebaiknya jangan membeli dulu. Tunggu sampai betul-betul yakin. Percaya bahwa melalui obat ini Allah akan menyembuhkan Anda.

Saya jadi ingat buku The Secret karangan Rhonda Byrne. Katanya, segala sesuatu yang terjadi dalam diri kita ini digerakkan oleh pikiran kita. Kalau kita berpikir sakit maka hal itu benar-benar akan terjadi pada diri kita. Kalau kita berpikir sehat, maka sehatlah kita.

Banyak orang yang dengan sabar dan telaten menjalani pengobatan dengan radix vitae akhirnya berhasil sembuh. Namun ada juga yang kurang teguh pendirian. Radix sudah berpengaruh positif malah dihentikan. Akhirnya balik lagi.

Sekali lagi sudah banyak orang terbantu dengan obat ini. Kalau Anda yakin Anda pasti juga akan tertolong.