Sunday, January 17, 2010

MINUM OBAT BATUK, GLAUKOMA KUMAT

Beberapa hari yang lalu saya dapat telpon dari salah satu penderita glaukoma yang sudah memakai obat tetes mata radix vitae. Tepatnya dari Mas Dani Hidayat di Bogor. (Disebut namanya nggak papa kan Mas Dani?). Beliau beberapa minggu atau bulan yang lalu (saya nggak ingat persis) telah memakai radix vitae. Awalnya sih dia bilang radix vitae tidak ngefek. Terus saya tanya, Mas Dani minum kopi atau ngrokok nggak? "Wah jangan ditanya, kalau dua hal itu adalah santapan saya tiap hari," kata Mas Dani. Terus saya bilang, nah itu dia kenapa radix vitae nggak ngefek!!!

Penderita galaukoma memang sama sekali nggak boleh merokok atau minum kopi. Menurut nasihat para dokter dan juga pengalaman para penderita glaukoma, kedua barang itu memicu naiknya IOP (intra oculer pressure) / TIO (tekanan intra okuler) atau tekanan bola mata.

Tapi kelihatannya, kalau harus berhenti merokok Mas Dani keberatan. Akhirnya keputusan akhir saya serahkan ke Mas Dani. Yang penting saya telah menyampaikan informasi yang benar.

Setelah lama nggak ngasih kabar, beberapa hari yang lalu Mas Dani telpon lagi. Dia bilang bola matanya kembali membesar lagi dan seolah-olah rasanya mau copot, sama seperti sebelum memakai radix vitae. "Berarti kemarin pernah merasakan khasiat radix vitae Mas?" "Iya setelah saya berhenti merokok, saya baru merasakan khasiat radix vitae. " Lalu sekarang kog kumat lagi kenapa? Dia bilang bahwa beberapa hari ini dia minum obat batuk sirup.

Nah itu dia jawabannya! Penderita glaukoma memang nggak boleh mengkonsumsi obat sembarangan. Kelihatannya dalam tulisan saya sebelumnya saya pernah nulis tentang hal ini. Dalam mengkonsumsi obat harus selalu konsultasi dokter. Atau kalau terpaksanya tidak konsultasi dokter, kita bisa melihat sendiri di petunjuk pemakaian obat terutama pada bagian KONTRAINDIKASI. Kalau di situ tertulis tidak cocok untuk penderita glaukoma ya jangan dilanggar.

Kebanyakan obat yang dijual bebas itu ada tulisannya seperti itu: nggak cocok untuk penderita glaukoma.

Jadi para penderita glaukoma harus super hati-hati dalam mengkonsumsi obat. Jangan sampai niatnya menyembuhkan penyakit, yang didapat malah tambah penyakit. Salam Radix Vitae. Mata Sehat, Negara Kuat